Alexius Tantrajaya: “Sudah Sepatutnya Presiden Berikan Perlindungan Hukum”

banner 160x600
banner 468x60

Alexius

Jakarta, Sudut Pandang-Sudah sepatutnya Presiden RI selaku Tergugat I dalam perkara gugatan melawan hukum di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memberikan perlindungan hukum kepada Maria Magdalena Andriati Hartono yang terus memperjuangkan hak-hak hukumnya tanpa harus menunggu putusan Majelis Hakim terkait perkara gugatan.

Demikian dikatakan Alexius Tantrajaya, SH, M.Hum, selaku Penggugat Presiden RI dan 9 Lembaga Negara kepada wartawan di PN Jakarta Pusat, baru-baru ini.

“Dalam perkara ini semua eksepsi kewenangan absolut yang diajukan oleh Tergugat bukanlah dimaksudkan dalam Pasal 134 HIR/160 RBG mengenai tidak berwenangnya Pengadilan Negeri untuk mengadili perkara, karenanya kami selaku Penggugat berkeyakinan Majelis Hakim pasti akan menolaknya,” ujar Advokat senior itu.

Menurut Alexius, eksepsi ini sangat merugikan pihaknya khusunya kliennya Maria Magdalena Andriati Hartono. Pasalnya, penyelesaian perkara ini menjadi berlarut yang akan berakibat perkara pokok mengenai Laporan Polisi No.Pol:LP/449/VIII/2008/Siaga-III, tanggal 8 Agustus 2008 tersebut menjadi semakin tidak jelas penyelesaiannya. Perkaranya sudah hampir 11 tahun, dan status para Terlapornya masih tetap saja tidak berubah.

“Akan sangat merugikan klien kami Ny. Maria Magdalena Andriati Hartono dan anak-anaknya untuk bisa mendapatkan keadilan atas hak-hak hukumnya sebagai ahli waris dari suami dan ayah dari anak-anaknya almarhum Denianto Wirawardhana,” katanya.

Dimana dalam hal ini, jelasnya, hak-hak kliennya dan anak-anaknya telah diambil oleh para Terlapor, yakni saudara kandung almarhum Denianto Wirawardhana dengan cara memasukkan keterangan palsu dalam Akta waris yang dibuatnya di hadapkan Notaris Rohana Frieta, SH.

“Para Terlapor menyatakan bahwa semasa hidupnya almarhum Denianto Wirawardhana tidak pernah menikah dan tidak pernah mengadopsi atau mengangkat anak, padahal almarhum Denianto Wirawardhana semasa hidupnya telah menikah 2 kali dan punya 3 orang anak,” ungkap Rene Putra Tantrajaya, SH, LLM turut menambahkan.

Dalam perkara ini, Alexius Tantrajaya mengajukan gugatan ganti rugi sebesar Rp. 1,1 miliar terhadap Presiden RI, Ketua DPR-RI, Ketua KPK, Ketua Kompolnas, Ketua Komnas HAM, Jaksa Agung, Kapolri, Kepala Inspektur Pengawasan Umum Kepolisian RI, Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI, dan Kepala Devisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian RI.

Gugatan ini dilayangkan akibat kekecewaan terhadap proses laporan Maria Magdalena Andriati Hartono yang sudah 11 tahun tidak kunjung mendapatkan titik terang. Sebagai advokat, ia merasa profesinya dilecehkan oleh para tergugat. Ia menilai, mereka telah mengingkari sumpah dan janji sebagai penegak hukum.

Terkait gugatan tersebut, Para Tergugat hingga saat ini belum dapat dikonfirmasi.Red/Sp

 

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Alexius Tantrajaya: “Sudah Sepatutnya Presiden Berikan Perlindungan Hukum”"