Belum Sidangkan Perkara Novel, Jaksa Agung dan Kejari Bengkulu Digugat

banner 160x600
banner 468x60
Novel

Novel Baswedan/Foto: LensaIndonesia

Jakarta, Sudut Pandang-Jaksa Agung RI dan Kejaksaan Negeri Bengkulu digugat pengacara senior Prof. OC Kaligis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Gugatan Perbuatan Melawan Hukum ini dilayangkan terkait penanganan perkara Novel Baswedan di Bengkulu yang sampai saat ini tak kunjung disidangkan.

OC Kaligis menilai para tergugat sebagai lembaga pemerintahan yang melaksanakan kekuasaan negara di bidang penuntutan tidak mampu menjalankan tugasnya dalam menangani perkara dugaan penganiayaan berat Novel Baswedan di Bengkulu.

"Bahwa setelah berkas perkara Novel Baswedan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Bengkulu, dimana persidangan belum berjalan, tergugat I Jaksa Agung RI menerbitkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKPP) No.KEP.03/N.7.10/Ep.1/02/2016 tertanggal 22 Januari 2016 yang intinya menghentikan proses penuntutan perkara dugaan penganiayaan berat yang dilakukan oleh Novel Baswedan," ujar OC Kaligis dalam gugatannya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (4/11/2019).

Menurut OC Kaligis, dengan dikeluarkannnya SKPP itu, Kejaksaan Negeri Bengkulu menarik kembali berkas perkara No.31/Pid.B/2016/PN/Bgl. Namun, sampai gugatan ini dilayangkan berkas perkara tersebut belum juga disidangkan di Pengadilan Negeri Bengkulu. "Padahal berdasarkan putusan Praperadilan No.2/Pid.Pra/2016/PN.Bgl telah memerintahkan Kejaksaan Negeri Bengkulu untuk menyerahkan berkas perkara Novel Baswedan ke Ketua Pengadilan Negeri Bengkulu dan melanjutkan penuntutan perkara," katanya.

"Dengan terbitnya SKPP tersebut, menurut pandangan para tergugat penanganan perkara Novel Baswedan dinyatakan selesai. Padahal tidak demikian, terlebih SKPP tersebut dinyatakan tidak sah melalui putusan Praperadilan yang dimohonkan keluarga korban melalui kuasa hukumnya Johnson Panjaitan, sehingga tidak ada alasan lagi bagi para tergugat untuk menghentikan perkara Novel Baswedan," sambung OC Kaligis.

OC K

OC Kaligis dan rekan di PN Jakarta Selatan/Foto: Ist

Ia menerangkan, dalam putusan Praperadilan No.2/Pid.Pra/2016/PN.Bgl telah menyatakan SKPP No.KEP.03/N.7.10/Ep.1/02/2016 tertanggal 22 Januari 2016 yang dikeluarkan oleh tergugat I adalah tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat termasuk segala keputusan dalam SKPP tersebut. Kemudian, memerintahkan para tergugat untuk menyerahkan berkas perkara No.31/Pid.B/2016/PN/Bgl atas nama terdakwa Novel Baswedan bin Salim Baswedan kepada Ketua Pengailan Negeri Bengkulu dan melanjutkan penuntutan perkara tersebut.

"Bahwa putusan Praperadilan No.2/Pid.Pra/2016/PN.Bgl tertanggal 31 Maret 2016 telah mempunyai kekuatan hukum mengikat yang seharusnya sudah dilaksanakan oleh tergugat II, tergugat I pun telah mengetahui isi putusan Praperadilan, namun selalu saja menyatakan akan mempelajari isi putusan tersebut," ungkapnya.

"Bahwa dengan tidak dilaksanakannya isi putusan Praperadilan No.2/Pid.Pra/2016/PN.Bgl oleh para tergugat telah membuktikan para tergugat tidak berani menyidangkan terdakwa Novel Baswedan, sehingga terjadi tebang pilih dan ketidakadilan yang dilakukan oleh para tergugat," kata OC Kaligis.

Dalam gugatannya itu, OC Kaligis memohon kepada Majelis Hakim melalui putusannya agar para tergugat melaksanakan putusan Praperadilan No.2/Pid.Pra/2016/PN.Bgl tertanggal 31 Maret 2016.Red/Sp

 

 

 

 

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Belum Sidangkan Perkara Novel, Jaksa Agung dan Kejari Bengkulu Digugat"