Dinilai Keliru Pahami Gugatan, Advokat Penggugat Presiden Banding Putusan Hakim

banner 160x600
banner 468x60

Alexius

Jakarta, Sudut Pandang-Advokat senior Alexius Tantrajaya, SH, M.Hum menyatakan banding atas putusan Majelis Hakim yang menolak gugatannya terhadap Presiden RI dan 9 lembaga negara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (1/10/2019).

Ia menilai Majelis Hakim telah 'keliru' memahami gugatannya terhadap para tergugat. Meski sudah jelas gugatan perdata tersebut muncul dikarenakan sikap kekecewaan pihaknya sebagai Advokat atas sikap masa bodo para tergugat dalam memberikan perlindungan hukum.

"Kenapa saya menggugat Presiden dan lembaga negara lainnya? Karena para tergugat tidak memberikan perlindungan hukum terhadap klien kami Ny.Maria Adriati Hartono, tidak peduli atas adanya pelanggaran yang dilakukan oknum aparat terkait laporan tindak pidana yang 11 tahun tidak ditindaklanjuti,” ungkap Alexius kepada wartawan.

Alexius menegaskan, para tergugat dalam menjalankan tugasnya disumpah saat akan menjabat termasuk dirinya yang berprofesi sebagai Advokat.

"Gugatan yang kami layangkan ini karena kecewa dengan sikap cuek, masa bodo para tergugat atas peristiwa ketidakadilan hukum, padahal dalam sumpah jabatan dan tugasnya untuk melindungi setiap warga negara,” ujarnya.

Menurut Alexius, penafsiran Majelis Hakim dalam putusan sela perkara ini ternyata berbeda, "Yang pidana itu laporan polisinya yang mangkrak 11 tahun lamanya, sementara yang kami gugat secara perdata adalah atas sikap ketidak pedulian para tergugat atas laporan pidana tersebut. Jadi kami menyatakan banding atas kekeliruan penafsiran Majelis Hakim ini,"tambah Alexius.

Ia mengatakan, putusan Majelis Hakim tersebut sangat merugikan kliennya Maria. Pasalnya, penyelesaian perkara ini menjadi berlarut yang akan berakibat perkara pokok mengenai Laporan Polisi No.Pol:LP/449/VIII/2008/Siaga-III, tanggal 8 Agustus 2008 tersebut menjadi semakin tidak jelas penyelesaiannya.

“Kami berjuanga agara Klien kami Ny. Maria dan anak-anaknya mendapatkan keadilan atas hak-hak hukumnya sebagai ahli waris dari suami dan ayah dari anak-anaknya almarhum Denianto Wirawardhana,” tegasnya.

Dimana dalam hal ini, jelasnya, hak-hak kliennya dan anak-anaknya telah diambil oleh para Terlapor, yakni saudara kandung almarhum Denianto Wirawardhana dengan cara memasukkan keterangan palsu dalam Akta waris yang dibuatnya di hadapkan Notaris Rohana Frieta, SH.

“Para Terlapor menyatakan bahwa semasa hidupnya almarhum Denianto Wirawardhana tidak pernah menikah dan tidak pernah mengadopsi atau mengangkat anak, padahal almarhum Denianto Wirawardhana semasa hidupnya telah menikah 2 kali dan punya 3 orang anak,” ungkap Alexius.

"Semoga keadilan di negeri ini masih ada, kami akan terus berjuang sesuai prosedur hukum yang berlaku di negara ini, jangan sampai ada Ibu Maria lainnya yang diperlakukan tidak adil," pungkasnya.Red/Sp

 

 

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Dinilai Keliru Pahami Gugatan, Advokat Penggugat Presiden Banding Putusan Hakim"