Dugaan Korupsi Pengadaan Obat, Kejagung Periksa Dua Orang Saksi dari Perusahaan Farmasi

banner 160x600
banner 468x60

Obat

Jakarta, Sudut Pandang-Dua orang saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan obat, vaksin, dan perbekalan kesehatan tahap II pada Kementerian Kesehatan Tahun Anggaran 2016 diperiksa penyidik Pidsus Kejaksaan Agung.

Kedua saksi tersebut, yaitu Ir. Mudjiono, Direktur Utama PT. Indofarma Global Medika periode tahun 2016 dan Ime Marlani, Supply Chain Senior Manager PT.Soho Industri Pharmasi.

“Saksi Ir. Mudjiono diperiksa terkait dengan pengadaan obat Aids dan PMS berupa obat Antiretroviral jenis Tenofovir Lamivudine Efavirenz (TLE) di Kementerian Kesehatan dan Ime Marlani diperiksa terkait dengan penerimaan pengadaan obat PMS jenis Rif Pipirin di Kementerian Kesehatan,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Dr. Mukri, SH, MH dalam keterangan pers nya di Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Mukri menjelaskan, dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi ini, pada tahun 2016 Direktorat Tata Kelola Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan pada Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI dengan dana yang bersumber dari APBN telah melaksanakan pengadaan obat, vaksin, dan Perbekalan Kesehatan (penyediaan obat untuk penyakit AIDS dan PMS) Tahap II.

“Selaku penyedia barang yaitu PT.Indofarma Global Medika dengan nilai kontrak sebesar Rp. 85.197.750.000,-. Pengadaan tersebut dilaksanakan dengan mekanisme pelelangan umum, kemudian dalam pelaksanaan pengadaan obat AIDS dan PMS tersebut diduga terjadi penyimpangan dengan tidak mempedomani Peraturan-Peraturan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah,” ungkapnya.Red/Sp

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Dugaan Korupsi Pengadaan Obat, Kejagung Periksa Dua Orang Saksi dari Perusahaan Farmasi"