Gugat Polisi Perkara Denny Indrayana, OC Kaligis: “Legal Standing Saya Jelas”

banner 160x600
banner 468x60
OCK

OC Kaligis/Foto: Ist

Jakarta, Sudut Pandang-Perkara gugatan perbuatan melawan hukum yang dilayangkan Prof. OC Kaligis terhadap Bareskrim Polri dan Kapolda Metro Jaya kembali bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan setelah gagal menemui kesepakatan dalam proses mediasi.

Persidangan perkara dengan Nomor: 804/Pdt/2019/PN.Jkt/Sel yang dipimpin Majelis Hakim Suswanti, SH, M.Hum kembali dilanjutkan dengan agenda pengajuan eksepsi dari para tergugat. Tergugat I Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya selaku tergugat II.
Pada persidangan itu, tergugat I diwakili Kuasa Hukum Syahrial, dan tergugat II antara lain diwakili Amin. Keduanya terlihat menyerahkan eksepsinya kepada Majelis Hakim dan Penggugat.

"Tujuan saya menggugat perkara ini hanya ingin penegakan hukum di Indonesia itu tidak tebang pilih, tidak ada diskrimanasi, jika ada yang menilai apa yang saya perjuangan sedang mencari sensasi atau apa itu sangat keliru, tolong cermati dengan sudut pandang hukum, jika kita biarkan nanti akan muncul perkara-perkara lain yang tidak jelas penanganannya," tegas OC Kaligis di PN Jakarta Selatan, Rabu (13/11/2019).

Ia menuturkan, meski dirinya saat ini warga binaan Lapas Sukamiskin Bandung akibat korban target KPK, namun semua itu tidak menghilangkan haknya untuk turut serta memperjuangkan hukum. "Legal standing saya mengajukan gugatan ini adalah barang siapa yang mengetahui kejahatan wajib berpastisipasi," tegasnya.

"Salah satu perkara yang sampai saat ini tidak jelas penanganannya adalah kasus dugaan korupsi payment gateway di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) yang menjerat Denny Indrayana, sehingga saya gugat agar perkara tersebut terang benderang demi tercapainya kepastian hukum, apakah itu salah?," ungkapnya.

Peraturan Kapolri Nomor:14 tahun 2012

Prof OC Kaligis

Prof OC Kaligis/Foto: Ist

OC Kaligis menegaskan, inti dari gugatan tersebut dirinya meminta Majelis Hakim untuk memerintahkan pihak para tergugat dapat melanjutkan proses hukum perkara yang menjerat Denny Idrayana. “Dalam melakukan tugasnya incasu tugas penyidikan, wajib mengikuti Peraturan Kapolri Nomor:14 tahun 2012 tentang Manajemen Penyidikan Tindak Pidana. Sehingga segala tindakan hukum yang dilakukan para tergugat dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai penyidik harus mematuhi ketentuan Peraturan Kapolri tersebut, jika tidak, untuk apa ada Peraturan Kapolri? ” ujarnya.

OC Kaligis menuturkan, publik sudah mengenal siapa Denny Indrayana. Ia dikenal sebagai pegiat anti korupsi yang sangat bernafsu untuk menuntut para koruptor, terlebih ketika menjabat sebagai Wakil Menteri Hukum dan HAM, dia sangat gigih melawan korupsi.

"Pertanyaannya, apakah seseorang pegiat anti korupsi, aktivis anti korupsi atau Komisioner KPK sekalipun, jika terjerat dugaan korupsi perkara dihentikan penanganannya? kan tidak, karena siapapun tidak ada yang kebal hukum, jika mengklaim merasa diri tidak bersalah, buktikan dong pengadilan bukan dengan cara-cara lain," katanya.

 

 

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Gugat Polisi Perkara Denny Indrayana, OC Kaligis: “Legal Standing Saya Jelas”"