Gugat Presiden, Pengacara Senior Serahkan 57 Alat Bukti

banner 160x600
banner 468x60

CollageMaker_20180126_222848019 (1)Jakarta,Sudut Pandang- Pengacara senior Alexius Tantrajaya menyerahkan alat bukti terkait gugatannya yang tujukan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebanyak 57 alat bukti diserahkan oleh Alexius kepada majelis hakim pimpinan Robert dalam persidangan.

“Ini adalah bukti-bukti yang mendasari saya untuk menggugat presiden,” ucap Alexius dalam persidangan yang digelar Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (31/1/2018).

Menurut Alexius, semua bukti-bukti tersebut telah membuktikan rasa keadilan terhadap kliennya Magdalena Andriati Hartono diabaikan oleh pihak kepolisian.

“Awalnya saya merasa terpanggil untuk memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma bagi Ibu Magdalena yang tengah menghadapi beberapa perkara pidana maupun perdata setelah suaminya meninggal dunia. Namun, semua perjuangan untuk memperoleh keadilan itu sirna lantaran tidak profesional kinerja pihak kepolisian,” ungkapnya.

Meski sudah mengirimkan surat permohonan perlindungan hukum yang dikirim kepada Presiden Jokowi, Kapolri, Kadiv Propam Mabes Polri, Kompolnas, Komisi III DPR dan instansi hukum lainnya. Namun, tidak satu pun yang memberikan jalan keluar atas pengabaian rasa keadilan yang dilakukan aparat kepolisian.

“Akhirnya saya secara pribadi melayangkan gugatan terhadap presiden selaku pimpinan tertinggi negara untuk mengambil alih tanggung jawab Polri tersebut, karena hal ini merupakan kawajiban hukum seorang kepala negara,” katanya.  

Gugatan perbuatan melawan hukum yang dilayangkan Alexius terhadap Pemerintah RI Cq Presiden RI ini sebagai bentuk kekecewaan terhadap pihak kepolisian yang mengabaikan hak keadilan kliennya. Selama 9 tahun lebih sejak Agustus 2008, laporan kliennya Magdalena Andriati Hartono terbengkalai. Aparat kepolisian dinilai tidak profesional dalam menangani laporan tersebut.

Hingga sidang ketiga ini, presiden atau kuasa hukumnya belum memenuhi panggilan untuk menghadiri persidangan, kendati dalam persidangan sebelumnya majelis hakim sudah memberikan kesempatan.

Sesuai prosedur hukum, apabila pada panggilan ketiga kuasa presiden belum juga hadir, maka sidang akan terus dilanjutkan dengan pembuktian dan selanjutnya akan diputus verstek oleh majelis hakim.

“Sudah  menjadi kewenangan majelis hakim untuk memeriksa dan memutus suatu perkara meskipun Tergugat dalam perkara tersebut tidak hadir di persidangan pada tanggal yang telah ditentukan, menjatuhkan  tanpa hadirnya Tergugat, karena Tergugat tidak hadir, maka putusan tersebut dijatuhkan tanpa bantahan,” tandas Alexius. Red/SP

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Gugat Presiden, Pengacara Senior Serahkan 57 Alat Bukti"