Gugatan Terhadap Presiden Terus Bergulir di PN Jakarta Pusat

banner 160x600
banner 468x60
Alexius Tantrajaya, SH, M.Hum

Alexius Tantrajaya, SH, M.Hum

Jakarta, Sudut Pandang- Sidang gugatan yang dilayangkan Advokat senior Alexius Tantrajaya, SH, M.Hum terhadap Pemerintah (Presiden RI) dan 9 Kepala Lembaga Negara kembali bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Selasa (2/7/2019).

Pada persidangan kali ini, para Kuasa Hukum tergugat hadir. Hanya dari DPR dan turut tergugat Ombudsman RI yang tidak hadir tanpa alasan.

Dalam persidangan, Ketua Majelis Hakim Purwanto, SH, MH mengungkapkan surat dari pihak Ombudsman RI selaku turut tergugat yang menyatakan lembaga ini tidak dapat digugat karena berdasarkan UU memiliki hak imunitas. Sehingga nama Ombudsman agar dikeluarkan dalam gugatan tersebut.

"Bisakah Penggugat merubah gugatannya, turut tergugat Ombudsman agar dikeluarkan dari gugatan ini?, kapan saja bisa yang penting sebelum ada jawaban gugatan dari para tergugat," kata hakim kepada Alexius Tantrajaya.

"Baik Yang Mulia, kami akan merubah gugatan untuk mengeluarkan turut tergugat Ombudsman dari gugatan kami, tapi setelah  sidang mediasi", jawab Alexius.

Selanjutnya, Majelis Hakim menunjuk hakim Dul Husen, SH, MH sebagai mediator dalam persidangan yang akan digelar pekan depan.

“Karena dalam persidangan sebelumnya telah disepakati sidang tetap berlanjut meski hadir atau tidak para kuasa hukum pihak tergugat. Sidang selanjutnya perkara ini memasuki tahap mediasi," kata Alexius Tantrajaya kepada wartawan.

Dalam perkara ini, Alexius Tantrajaya mengajukan gugatan ganti rugi sebesar Rp. 1,1 miliar terhadap Pemerintah RI (Presiden RI), Ketua DPR-RI, Ketua KPK, Ketua Kompolnas,  Ketua Komnas HAM, Jaksa Agung, Kapolri, Kepala Inspektur Pengawasan Umum Kepolisian RI, Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI, Kepala Devisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian RI, dan Ketua Ombudsman selaku turut tergugat.

Gugatan ini diajukan akibat kekecewaan terhadap proses laporan Maria Magdalena Andriati Hartono yang sudah 10 tahun lebih tidak kunjung mendapatkan titik terang. Sebagai advokat, ia merasa profesinya dilecehkan oleh para tergugat. Ia menilai, mereka telah mengingkari sumpah dan janji sebagai penegak hukum.

"Secara perundang-undangan, seharusnya para tergugat memberikan perlindungan hukum kepada klien kami Ny. Maria Magdalena Andriati Hartono dan kedua anaknya. Tapi nyatanya, hal itu tidak pernah dilakukan, surat permohonan perlindungan hukum yang diajukan kepada para tergugat, diabaikan selama rentang waktu 10 tahun lebih, tepatnya sejak tahun 2008 silam,” ungkap Alexius.Red/Sp

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Gugatan Terhadap Presiden Terus Bergulir di PN Jakarta Pusat"