Kajari Jakarta Pusat Bantah Kabar Jaksa Minta Uang kepada Terdakwa

banner 160x600
banner 468x60

Kasi Intel Kejari Jakarta Pusat

Jakarta, Sudut Pandang-Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Pusat Dr. Sugeng Riyanta, SH, MH membantah kabar yang beredar terkait tudingan Jaksa MJF di lingkungan kerjanya menerima uang dari terdakwa TY atas kasus dugaan penggelapan.

"Tidak benar kabar itu, kami sudah cek dan tanyakan langsung kepada Jaksa tersebut tentang pemberian uang Rp 25 juta dan sekali lagi itu tidak benar." Kata Kajari melalui Kasi Intel Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, Andy Sasongko, SH, MH kepada wartawan, Jumat (4/10/2019).

Andy mengatakan, Jaksa tersebut juga siap diperiksa oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Bila pemeriksaan bidang pengawasan tidak terbukti, pihaknya akan melakukan tindakan hukum terhadap TY.

"Terkait berita yang beredar bahwa ada biaya fotocopy dan lain sebagainya sebesar Rp 25 juta, dan adanya pemeriksaan tambahan oleh Jaksa dibantah, karena itu semua ranah penyidikan," tegas Andy didampingi Kasi Pidum Nur Winardi, SH, MH.

Andy membenarkan adanya surat dari Ombudsman yang sudah dibalas oleh Kajari "Kalau tentang Ombudsman itu sudah selesai dan dijawab oleh Kajari" katanya.

Sementara itu, Jaksa MJF menegaskan bahwa dirinya tidak seperti yang dituduhkan oleh terdakwa karena semuanya sudah sesuai dengan prosedur. "Semua sudah sesuai dengan prosedur dan terkait apa yang beredar, saya tidak seperti yang diberitakan bahwa meminta uang fotocopy dan lain sebagainya" ujarnya.

Kabar yang beredar, Rabu (2/10/2019), terdakwa TY memberi keterangan pers kepada awak media bahwa dia telah melaporkan Jaksa berinisial MJF ke Jaksa Agung Muda bidang Pengawasan (JAM Was), Komisi Kejaksaan (Komjak) dan Ombudsman. Ia mengaku Jaksa tersebut pernah meminta uang sebesar Rp 25 juta.

Dalam pengaduan tersebut, tentang surat dakwaan Jaksa terdapat empat versi. Berbeda ke Hakim, Terdakwa dan Penasihat Hukum Terdakwa. Kemudian pada surat tuntutan jaksa keterangan saksi meringankan dihilangkan dan saksi fiktif dimuat dalam tuntutannya.Red/Sp

 

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Kajari Jakarta Pusat Bantah Kabar Jaksa Minta Uang kepada Terdakwa"