Mediasi Buntu, Sidang Gugatan Advokat Terhadap Presiden RI Berlanjut

banner 160x600
banner 468x60
Alexius Tantarajaya, SH, M.Hum dan Rene Putra

Alexius Tantarajaya, SH, M.Hum dan Rene Putra Tantrajaya, SH, LLM, Penggugat Presiden RI dan Sembilan Lembaga Negara di PN Jakarta Pusat.

Jakarta, Sudut Pandang-Sidang gugatan Advokat Alexius Tantrajaya terhadap Presiden Ri dan 9 lembaga negara kembali digelar dengan agenda mediasi tahap kedua di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Selasa (16/7/2019).

Pada persidangan tersebut, hakim mediasi Dul Husen menyatakan tugasnya sebagai mediator pihak pengguat dan para tergugat telah selesai. Ini dikarenakan mediasi tidak mencapai kesepakatan atau buntu.

“Sidang mediasi mengalami deadlock, karena tidak mencapai kesepakatan, dengan demikian kewenangan saya sebagai hakim mediasi sudah selesai, sidang akan saya kembalikan kepada Majelis Hakim yang semula menangani perkara ini, " ujar Hakim Dul Husen.

Sebelumnya, ia menanyakan kepada para tergugat yang lengkap menghadiri persidangan mediasi pekan lalu. Salah satunya terkait telah diterbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP-3) laporan polisi klien penggugat Maria Magdalena Andriati Hartono tahun 2008 silam.

"Bagaimana tanggapan para tergugat terhadap tuntutan penggugat yang disampaikan pada sidang mediasi minggu lalu," tanya hakim Dul Husen

Para Tergugat, kecuali tergugat dari unsur Polri, menyatakan intinya tidak ikut campur terkait permasalahan antara pihak penggugat dengan tergugat kepolisian.

Setelah sidang mediasi ditutup, persidangan gugatan disepakati para pihak akan dilanjutkan pada 22 Juli 2019.

Tidak Habis Pikir

Usai sidang, Alexius Tantrajaya kembali menyatakan mengaku tidak habis pikir atas SP-3 yang telah diterbitkan secara diam-diam oleh pihak Bareskrim Polri. Penghentian penyidikan atas LP No.:449/VIII/Siaga-III/2008 tanggal 8 Agustus 2008 diungkapkan oleh tergugat Polri dalam sidang mediasi pertama.

"Semakin jelas yang kami duga sebelumnya, ternyata bukan hanya mandek perkaranya, tapi sudah di SP-3 secara diam-diam, ini membuat kami sangat kecewa, klien kami telah berjuang untuk memperoleh keadilan yang ia lakukan dengan membuat laporan polisi pada tahun 2008," kata Advokat senior itu.

"11 tahun penantian atas perkara ini yang tidak kunjung ada kepastian, dan SP-3 itu adalah pil pahit, padahal menurut pandangan kami pembuktiannya sangatlah sederhana," sambung Alexius.

Kendati demikian, ia menegaskan akan terus berjuang, salah satunya melalui gugatan yang diajukannya di PN Jakarta Pusat.

Dalam perkara ini, Alexius Tantrajaya mengajukan gugatan ganti rugi sebesar Rp. 1,1 miliar terhadap Pemerintah RI (Presiden RI), dan sembilan lembaga negara.

Gugatan ini dilayangkan akibat kekecewaan terhadap proses laporan Maria Magdalena Andriati Hartono yang sudah 11 tahun tidak kunjung mendapatkan titik terang. Sebagai advokat, ia merasa profesinya dilecehkan oleh para tergugat. Mereka dinilai telah mengingkari sumpah dan janji sebagai penegak hukum.Red/Sp

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Mediasi Buntu, Sidang Gugatan Advokat Terhadap Presiden RI Berlanjut"