Operasi Cipta Kondisi, Polres Pelabuhan Tanjung Priok Berhasil Ungkap Tiga Kasus

banner 160x600
banner 468x60
Konferensi Pers Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Kamis (13/9/2018) Foto: Ist

Konferensi Pers Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Kamis (13/9/2018) Foto: Ist

Jakarta, Sudut Pandang- Selama bulan Juli, Agustus hingga pertengahan September 2018 dalam Operasi Cipta Kondisi, Polres Pelabuhan Tanjung Priok berhasil mengungkap tiga kasus. Di bawah komando Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Eko Hadi Santoso, SIK, ,ketiga kasus yang berhasil diungkap antara lain, prostitusi online dan perdagangan manusia, premanisme atau kejahatan jalanan, serta pemalsuan surat kendaraan bermotor.

“Dalam tindak pidana perdagangan manusia dan prostitusi online, kami berhasil menangkap tiga pelaku yang memanfaatkan media sosial Facebook sebagai sarana promosi mereka,” ujar Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Faruk Rozi saat konferensi pers di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara, Kamis (13/9/2018).

Ketiga laki-laki berinisial TK, AN, dan LK, jelas Faruk, bertindak sebagai muncikari bagi perempuan di bawah umur yang mereka perjualbelikan melalui media sosial.

“Kami juga mengamankan sebanyak 1.535 orang, 1.233 dilakukan pembinaan karena tidak memenuhi unsur pidana dan 81 orang diproses secara hukum terkait aksi premanisme dan kejahatan jalanan di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok,” ungkap Faruk.

Kemudian, lanjut Faruk, pada kasus pemalsuan surat-surat kendaraan, pihaknya menangkap tiga orang kakak-beradik pemalsu STNK dan BPKB di Grobogan, Jawa Tengah. Ketiga pelaku berinisial RB, ST, dan SP itu tertangkap basah tengah memproduksi STNK dan BPKB palsu di rumahnya. "Pada saat diamankan pelaku sedang melakukan pekerjaan mencetak atau memproduksi BPKB palsu," ungkapnya.

Faruk menuturkan, penangkapan tersebut bermula dari informasi penjualan STNK dan BPKB di media sosial. Polisi kemudian melacak adanya pemesanan STNK palsu di kawasan Papanggo, Jakarta Utara.

"Tersangka melakukan pemalsuan STNK dan BPKB dengan cara mencetak STNK Palsu, kemudian pada STNK Palsu tersebut ditempel hologram asli yang dicopot dari STNK asli. Sedangkan, BPKB dipalsukan dengan cara mencetak halaman BPKB kemudian ditempel dengan sampul asli BPKB yang dibeli dari internet,” papar Faruk. Red/Pah

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Operasi Cipta Kondisi, Polres Pelabuhan Tanjung Priok Berhasil Ungkap Tiga Kasus"