PN Cianjur Tunda Vonis Oknum Calon Pendeta Pencabulan Anak

banner 160x600
banner 468x60
TLS

TLS, terdakwa dugaan pencabulan anak menanti vonis di PN Cianjur

Cianjur, Sudut Pandang- Pembacaan vonis terhadap Timothy Luke Saputra (TLS), terdakwa perkara dugaan pencabulan anak di bawah umur gagal dibacakan di Pengadilan Negeri (PN) Cianjur, Rabu, (6/11/2019).

Majelis Hakim pimpinan Lusiana Amping, SH, MH dengan anggota Erlinawati, SH, dan M.Syafrizal Fakhmi, SH menyatakan penundaan pembacaan putusan tersebut dikarenakan mereka belum siap.

Para awak media, baik cetak, elektronik maupun online yang sudah siap menunggu pembacaan putusan perkara tersebut tampak kecewa.

“Kita sudah menunggu sejak pukul 10 pagi, setelah lama menunggu ternyata pembacaan putusan ditunda hari Selasa tanggal 12 November 2019, ditundanya karena Majelis Hakim masih belum siap, mereka masih musyarawah untuk memutuskan perkara,” ujar Chandra, jurnalis salah satu media online.

Dalam perkara ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa TLS hukuman penjara 14 tahun penjara. JPU menyatakan terdakwa TLS dijerat dengan pasal 81 dan atau pasal 82 Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Terdakwa merayu korban menggunakan dalih agama. Para korban rata-rata berusia di bawah tujuh belas tahun, namun ada satu orang korban dewasa. Dalam laporan polisi terungkap bahwa terdakwa juga diketahui memutar video porno untuk memancing birahi korbannya,” ungkap Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Cianjur, Eko Joko Purwanto saat ditemui Sudut Pandang, Kamis (25/7/2019) lalu.

ADA FOTO PRESIDEN JOKOWI

Penasihat Hukum Keluarga Korban, Abdurachman Syarief dan Direktur Invstigasi

Penasihat Hukum Keluarga Korban, Abdurachman Syarief dan Direktur Invstigasi ILE Bagus Taradipa saat konferensi pers di Cianjur Kamis (15/7/2019) lalu/Foto: Ist

Temuan mengejutkan terungkap dalam perkara yang viral khususnya di Cianjur, terdakwa TLS diduga mencatut nama para pejabat negara, salah satunya foto dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Anda lihat foto siapa ini, ini dilakukan tidak secara kebetulan, tersangka mengaku sebagai penasihat spiritual, saya akan minta klarifikasi dengan pejabat yang ada di foto ini, ini bukan main-main, ini fakta yang dipublish dalam Instagram tersangka, dalam rangka apa?, apakah ada betul ada kedekatan emosi dengan tersangka yang saat ini ditahan ditahan di Rutan Cianjur,” ujar Direktur Investigasi Indonesia Law Enforcement (ILE), Bagus Taradipa kepada wartawan saat konferensi pers di Cianjur, Kamis (25/7/2019) lalu.

Selain itu, Bagus juga mengungkapkan bahwa tersangka mengaku sebagai nabi dan rasul kepada korbannya.

“Saya tidak masuk ke dalam ranah perkara, kita percayakan perkara ini kepada para penegak hukum untuk menanganinya sesuai ketentuan hukum yang berlaku dengan putusan yang seadil-adilnya,” tegasnya.

Abdurachman Syarief membenarkan, bahwa pelecehan seksual yang dilakukan oleh pelaku sudah terjadi sejak 2014 lalu dan baru terungkap bukan April 2019.Red/Tim

 

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "PN Cianjur Tunda Vonis Oknum Calon Pendeta Pencabulan Anak"