Prof Laica Marzuki: “Disparitas Hukuman OC Kaligis Bertentangan dengan Hukum dan Rasa Keadilan”

banner 160x600
banner 468x60
Prof Laica Marzuki

Mantan Hakim Konstitusi Prof Dr. HM. Laica Marzuki saat menjadi saksi ahli sidang PK kedua Prof OC Kaligis di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (14/5/2019).

Jakarta, Sudut Pandang-Prof. Dr. HM. Laica Marzuki, SH, mantan Hakim Konstitusi yang dihadirkan sebagai saksi ahli dalam sidang peninjauan kembali (PK) kedua Prof Otto Cornelis Kaligis di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menegaskan disparitas bertentangan dengan hukum dan rasa keadilan.

“Seharusnya dengan peran masing-masing, pemohon PK harus dijatuhi pidana penjara sama atau setidaknya mendekati pidana penjara yang dijatuhkan terhadap M.Yagari Bhastara Guntur dan tidak mencolok perbedaannya, namun dalam kenyataannya yudex yuris bahkan memperberat pidana penjara yang dijatuhkan kepada pemohon PK,” papar Laica Marzuki di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (15/5/2019).

Menurut Laica Marzuki, OC Kaligis tidak layak mendapat pemberatan pidana penjara. Pasalnya, dari segi nilai atau besaran suap nilai suapnya relative sedikit yakni sekitar Rp 396 juta.

“Jika dibandingkan dengan suap lainnya yang nilainya miliar bahkan puluhan miliar ditambah adanya kerugian negara, dijatuhi rata-rata 7 tahun penjara, sedangan pemohon PK (OC Kaligis) dijatuhi pidana penjara 10 tahun, perbedaan pemidanaan adalah termasuk bentuk disparitas yang harus dihindari” ungkapnya.

Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Hasanudin (Unhas) Makassar itu mengatakan, berdasarkan fakta tersebut sangat jelas dan terang benderang bahwa peran M.Yagari Bhastara Guntur alias Gerry jauh lebuh besar dan signifikan dalam hal terjadinya tindak pidana korupsi (suap) dibandingkan OC Kaligis.

“Bahwa disparitas pemidanaan yang mencolok harus dihindari, karena hal ini menyangkut soal keadilan dalam pemidanaan yang wajib ditegakkan,” ujar mantan Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu.

“Penjatuhan pidana terhadap Prof OC Kaligis yang berjarak jauh serta berselisih 5 tahun dengan Gerry masih tergolong disparitas vonis yang melanggar hukum serta mencederai rasa keadilan,” pungkasnya.

Dalam perkara ini, OC Kaligis sebelumnya divonis 10 tahun penjara oleh MA. Ia dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 6 ayat 1 huruf a UU No 31 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP. Kemudian menjadi 7 tahun penjara setelah MA mengabulkan upaya hukum PK pertama.Red/Sp

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Prof Laica Marzuki: “Disparitas Hukuman OC Kaligis Bertentangan dengan Hukum dan Rasa Keadilan”"