Sidang Advokat Gugat Presiden, Para Tergugat Sampaikan Duplik

banner 160x600
banner 468x60

Alexius

Jakarta, Sudut Pandang-Sidang gugatan terhadap Presiden RI dan 9 Lembaga Negara kembali bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan agenda pembacaan duplik dari para tergugat.

Para tergugat dalam persidangan yang dipimpin Majelis Hakim M.Djoenaidie, SH, MH semuanya hadir.

"Duplik ini dianggap sudah bacakan saja. Apakah semuanya sejutu?", tanya Hakim Djoenaidi kepada para pihak dalam persidangan, Selasa (10/9/2019).

Semua pihak pun menjawab sepakat setuju atas pertanyaan Majelis Hakim.

"Semuanya sudah setuju, maka persidangan selanjutnya dengan acara pembuktian awal mengenai kewenangan tentang kompentensi absolut pengadilan. Sidang ini kami tutup dan dilanjutkan minggu depan,” ujar Hakim Djonaidie.

Sebelumnya, Alexius Tantrajaya, SH, M.Hum dan Rene Putra Tantrajaya, SH, LLM selaku penggugat menyampaikan replik menanggapi seluruh eksepsi dan jawaban para tergugat.

Dalam repliknya, Advokat senior itu mengungkapkan bahwa para tergugat dinilai tidak mendukung, bahkan tidak melakukan penegakan hukum terkait penanganan perkara yang dilaporkan Maria Magdalena Ardiati Hartono 11 tahun silam di Bareskrim Polri.Padahal menurut penggugat, hal itu sudah menjadi kewajiban para tergugat yang telah diatur dalam undang-undang.

“Berdasarkan UU No.18 Tahun 2003, Tentang Advokat, wajib hukumnya untuk mempertahankan ketentuan Pasal 1 ayat (3) jo Pasal 27 ayat (1) UUD 1945, ketika ada seorang ibu, Ny. Maria Magdalena Andriati Hartono dengan kedua anaknya yang menjadi klien kami kehilangan harta waris peninggalan suaminya almarhum Denianto Wirawardhana, karena dirampas secara melawan hukum oleh pihak saudara kandung almarhum," papar Alexius.

Ia mengaku tak habis pikir berkas perkara Laporan Polisi No.Pol: LP/449/VIII/2008/Siaga-III, tanggal 8 Agustus 2008 hampir 11 (sebelas) tahun mondar-mandir dari Bareskrim Polri ke Polda Metro Jaya dengan statusnya masih saja tetap para terlapor.

"Meski Penggugat telah mengadu dan mohon perlindungan hukum kepada para tergugat, namun kesemuanya tidak memberikan respon untuk memberikan perlindungan hukum kepada kliennya, dan bahkan bersikap diam," ungkapnya.

Rasa kecewa penggugat semakin menguat saat perkara kliennya itu dihentikan. Ini terungkap dalam persidangan berdasarkan pengakuan Tergugat VII, VIII, IX dan X yang menyatakan perkara telah dihentikan penyidikannya, melalui Surat Ketetapan Penghentian Penyidikan No:S.Tap/12.4c/VI/2019/Dittipidum, tanggal 18 Juni 2019.

"Karena Surat Ketetapan tersebut diterbitkan setelah gugatan penggugat ini didaftarkan pada tanggal 2 April 2019, dengan demikian tidak akan menghalangi berlangsungnya pemeriksaan gugatan a quo, dan bahkan menjadi bukti yang menguatkan dalil kami akan adanya diskriminasi perlakuan hukum yang berbeda yang dialami klien kami," ucap Alexius.

"Terkait Surat Ketetapan Penghentian Penyidikan Nomor: S.Tap/12.4c/VI/2019/Dittipidum, tanggal 18 Juni 2019, berdasarkan ketentuan Pasal 77 huruf (a). Jo. Pasal 80 KUHAP, kami sedang mempersiapkan untuk mengajukan Permohonan Praperadlan,' sambung Rene Putra Tantrajaya menambahkan.

Sementara itu, para tergugat dalam perkara gugatan dengan No:210/Pdt.G/2019/PN.JKT.PST belum dapat dikonfirmasi.Red/Sp

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Sidang Advokat Gugat Presiden, Para Tergugat Sampaikan Duplik"