Sidang Gugatan Terhadap Presiden Kembali Ditunda, Hakim Akan Kirimkan Surat Peringatan

banner 160x600
banner 468x60
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat

Jakarta, Sudut Pandang-Persidangan perkara gugatan perbuatan melawan hukum yang dilayangkan Advokat senior Alexius Tantrajaya terhadap Pemerintah (Presiden RI) dan 9 Kepala Lembaga Negara di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, kembali ditunda untuk ketiga kalinya.

Penudaan sidang kali ini, dikarenakan ketidakhadiran pihak Presiden RI, Jaksa Agung RI, dan Ketua Pemberantasan Korupsi (KPK) serta Ketua Ombudsman RI selaku turut tergugat.

 

"Kami akan memberikan kesempatan sekali lagi kepada para tergugat yang belum bisa hadir, dan akan kami panggil lagi melalui surat disertai peringatan. Jika masih tidak hadir pula, sidang akan terus berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Hakim Purwanto di PN Jakarta Pusat, Selasa (11/6/2019).

Majelis Hakim menyatakan akan kembali menyidangkan perkara tersebut pada tanggal 2 Juli 2019 mendatang.

Alexius Tantarajaya

Alexius Tantarajaya, SH, M.Hum dan Rene Putra Tantrajaya, SH, LLM

Dalam perkara ini, Alexius Tantrajaya mengajukan gugatan ganti rugi sebesar Rp. 1,1 miliar terhadap Pemerintah Indonesia (Presiden RI), Ketua DPR-RI, Ketua KPK, Ketua Kompolnas,  Ketua Komnas HAM, Jaksa Agung, Kapolri, Kepala Inspektur Pengawasan Umum Kepolisian RI, Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI, Kepala Devisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian RI, dan Ketua Ombudsman selaku turut tergugat.

“Saya gugat ganti rugi sebesar Rp 1,1 miliar, baik sendiri-sendiri maupun tanggung renteng. Harus dibayar tunai, nggak boleh dicicil,” kata Alexius kepada wartawan di Jakarta, belum lama ini.

Menurut Alexius, gugatan ini diajukan lantaran batas kesabarannya sudah habis. Sebagai advokat, ia merasa profesinya dilecehkan oleh para tergugat. “Saya menilai, mereka telah mengingkari sumpah dan janji sebagai penegak hukum,” katanya.

Secara perundang-undangan, kata Alexius, seharusnya para tergugat memberikan perlindungan hukum kepada kliennya, Ny. Maria Magdalena Andriati Hartono dan kedua anaknya.

“Tapi nyatanya, hal itu tidak pernah dilakukan, surat permohonan perlindungan hukum yang diajukan kepada para tergugat, diabaikan selama rentang waktu 10 tahun lebih, tepatnya sejak tahun 2008 silam,” ungkap Alexius.Red/Sp

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Sidang Gugatan Terhadap Presiden Kembali Ditunda, Hakim Akan Kirimkan Surat Peringatan"