Sidang PK Kedua, OC Kaligis Kembali Ungkapkan Fakta Hukum

banner 160x600
banner 468x60

Prof OC Kaligis

Prof OC Kaligis 

Jakarta, Sudut Pandang-Prof Otto Cornelis Kaligis atau OC Kaligis kembali mengungkapkan sejumlah fakta hukum dalam sidang permohonan Peninjauan Kembali (PK) ke-2 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (8/5/2019).

Salah satu hal yang kembali diungkap oleh pengacara senior itu, adalah disparitas hukuman dirinya dengan M.Yagari Bhastara alias Gerry yang tidak mencerminkan rasa keadilan.

“Dalam pertimbangan putusan hakim di PK pertama, menyatakan bahwa pemohon PK harus dijatuhi pidana penjara sama atau setidaknya mendekati dan tidak mencolok perbedaannya dengan Gery,” ujar OC Kaligis.

Kemudian, lanjut OC Kaligis, bahwa pemohon PK tidak layak mendapatkan pemberatan hukuman penjara. Sebab, dari segi nilai atau besarnya suap yang diberikan relatif sedikit, yaitu sekitara Rp 396 juta.

“jika dibandingkan dengan perkara suap yang jumlahnya miliaran bahkan puluhan miliar rata-rata dijatuhi hukuman penjara 7 tahun, sedangkan saya divonis 10 tahun penjara, saya sependapat dengan pertimbangan hakim PK pertama,” ungkapnya.

Menurut OC Kaligis, disparitas hukuman antara dirinya dengan Gery sangat aneh dan layak dipertanyakan. Pasalnya, dari segi peran dan kenyataannya pun sudah berbeda.

“Yang di OTT Gerry, uang juga disita dari Gerry, yang digelar perkara juga Gerry, kemudian aktor intelektual uang THR adalah Panitera Syamsir Yusfan, kenapa hukuman saya bisa lebih tinggi sampai 10 tahun sementara Gerry hanya 2 tahun dan jaksa tidak kasasi,?” ucapnya mempertanyakan.

Ia mengatakan, sebagai Jaksa yang masih satu atap pasti Jaksa yang menuntut pasti mengetahui bahwa fakta, kenyataan dan peran advokat Gerry dibandingkan dirinya. “Waktu itu saya berada di Denpasar, dan kami juga tidak memerintahkan Gerry ke Medan , adalah bukti bahwa fakta, peran saya dalam perkara ini a quo adalah nihil,” tegas OC Kaligis.

“Perlu saya tegaskan, buat apa saya menyuap untuk perkara yang dikalahkan. Hakim Tripeni pun di bawah sumpah mengakui tidak ada suap dalam perkara itu, semua fakta, peran tersebut adalah fakta persidangan saya selaku pemohon PK kedua, seandainya fakta perisngan ini tidak diabaikan oleh Jaksa dalam tuntutannya, pasti minimal say telah lama menghirup udara kebebasan,” pungkasnya.

Dalam persidangan, OC Kaligis yang didampingi Tim Kuasa Hukum menyampaikan tambahan akta bukti novum dalam permohonan PK kedua atas Putusan Kasasi Mahkamah Agung (MA) No.1319 K/PID.SUS Tanggal 10 Agustus 2016 jo Putusan PK MA No.176/PID.SUS/2017 Tanggal 19 Desember 2017. 

Dalam perkara ini, OC Kaligis sebelumnya divonis 10 tahun penjara oleh MA. Ia dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 6 ayat 1 huruf a UU No 31 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP. Kemudian menjadi 7 tahun penjara setelah MA mengabulkan upaya hukum PK pertama.Red/Sp

 

 

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Sidang PK Kedua, OC Kaligis Kembali Ungkapkan Fakta Hukum"