Sidang Ruben PS Marey Kembali Tertunda, Hartono Tanuwidjaja: “Salah Siapa?”

banner 160x600
banner 468x60
Hartono Tanuwidjaja, SH, M.Si, MH

Hartono Tanuwidjaja, SH, M.Si, MH 

Jakarta,Sudut Pandang-Untuk kedua kalinya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Marly Daniel Olo, SH dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta tidak dapat menghadirkan Ruben PS Marey sebagai terdakwa dugaan pemalsuan KTP dalam persidangan.Sehingga persidangan yang telah dijadwalkan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Senin, (29/1/2019) kembali ditunda.

“Padahal Majelis Hakim sudah membuat ketetapan hari, dan tanggal sidang, namun untuk kedua kalinya JPU Marly Daniel Olo, belum juga dapat menghadirkan klien kami Ruben PS Maray dalam persidangan dengan alasan yang tidak jelas," kata Kuasa Hukum Ruben PS Marey, Hartono Tanuwidjaja, SH, M.Si, MH, di PN Jakarta Pusat. .

Hartono menuturkan, saat sidang pertama yang diagendakan pada Kamis 24 Februari 2019, JPU tidak dapat menghadirkan terdakwa dikarenakan tidak ada surat panggilan sidang. Sehingga petugas tidak dapat membawa Ruben dari Rutan Salemba tempatnya ditahan.

“Kalau begini caranya salah siapa? Salah koordinasi, tidak koordinasi atau memang mengacaukan koordinasi?,” tanya Advokat yang juga dikenal sebagai Promotor Tinju Nasional itu. .

Akibat tertundanya sidang tersebut, selaku Kuasa Hukum Ruben PS Marey, pihaknya sangat dirugikan. “Sejak pagi hari hingga sore kita di pengadilan, tapi ternyata sidang batal digelar dengan alasan yang sama sekali tidak dapat kita terima,” ungkap Hartono.

Awal perkara ini mengemuka saat Ruben PS Marey mendatangi Ratna Sarumpaet Crisis Center (RSCC) untuk mengadukan soal dana senilai Rp 23,9 triliun yang ada di rekeningnya raib. Dana itu disebut sebagai duit sumbangan para raja nusantara untuk pembangunan dan mengatasi kemiskinan di Papua.

Berdasarkan cerita Ratna Sarumpaet, uang Rp 23,9 triliun itu diamanatkan kepada Ruben sejak 2011 oleh Bank Dunia. Mereka ditunjuk oleh Bank Dunia, bukan keputusan adat. Uang banyak itu ada di Bank UBS.

Hanya saja, Ruben tidak bisa mengakses dana bantuan tersebut diduga karena telah diblokir pemerintah. Ratna Sarumpaet saat itu belum bisa memastikan ke mana larinya uang sumbangan itu. Ia menduga dana itu diblokir dan dimanfaatkan secara ilegal oleh pemerintah.

Dalam perkara yang menarik perhatian publik ini, Ruben awalnya dijadikan tersangka dugaan penipuan, namun kini dijerat dengan pasal 263 KUHP jo pasal 44 UU No: 24 tahun 2013 sebagai berubahan dari UU No.40 tahun 2004 tentang Kependudukan.Red/Sp

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Sidang Ruben PS Marey Kembali Tertunda, Hartono Tanuwidjaja: “Salah Siapa?”"