Surat Terbuka OC Kaligis untuk Kapolri dan Jaksa Agung : “Apa Kabar Perkara Denny Indrayana?”

banner 160x600
banner 468x60
Denny

Denny Indraya/Foto: inet

Jakarta, Sudut Pandang-Prof. OC Kaligis kembali membuat surat terbuka dari Lapas Sukamiskin Bandung agar tidak ada diskriminasi dalam penegakan hukum di Indonesia. Surat terbuka ini ditujukan kepada Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis dan Jaksa Agung ST Burhanuddin supaya menuntaskan perkara dugaan korupsi yang menjerat Denny Indrayana.

Inti dari surat terbuka tertanggal 11 November 2019 itu, agar Kapolri dan Jaksa Agung yang baru saja dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar perkara Denny Indrayana dilanjutkan ke pengadilan.

“Apa kabar penanganan perkara dugaan korupsi yang menjerat Denny Indrayana? Apa hal ini mungkin terjadi? menimbang adanya tangan-tangan siluman (invisible hand) yang berperan agar baik Kepolidian maupun Kejaksaan, pasti berlama-lama menyelesaikan perkara tersebut yang sudah berjalan 4 tahun, walaupun Kepolisian menyatakan berkas perkaranya sudah lengkap,” kata OC Kaligis dalam surat yang diterima di Jakarta, baru-baru ini.

Menurut OC Kaligis, kemungkinan pihak kejaksaan akan mengembalikan berkas tersebut dengan sejuta petunjuk. "Sampai sekarang kasus Denny Indrayana, tidak jelas nasibnya, karena untuk kasus itu, tidak terjadi trasparansi untuk diketahui publik," ujarnya.

Ia berharap prasangka bahwa kepolisian dan kejaksaan yang diduga melindungi Denny Indrayana untuk tidak melanjutkan perkara dugaan korupsi payment gateway di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) adalah asumsi yang keliru. “Saya sendiri pesimis perkara ini akan bisa berlanjut ke Pengadilan. Hanya bapak Presiden yang bisa melanjutkan perkara dugaan korupsi ini,” tutur penulis buku “KPK Bukan Malaikat” itu. “Semoga surat terbuka ini mendapat perhatian yang serius baik dari Kapolri maupun Jaksa Agung yang baru saja dilantik, dengan sumpah akan menegakkan hukum tanpa tebang pilih,” harapnya.

Fakta Hukum

OC K

OC Kaligis dan partners Advokat/Foto: Ist

Surat terbuka yang ditulis oleh OC Kaligis ini mengutip fakta hukum yang diberikan penyidik kepolisian dalam jawaban terkait perkara Praperadilan Nomor: 153/PID/PRAP/2016/PN.JKT.SEL.

“Begitupun terhadap Laporan Polisi Nomor : LP/226/II/2015 tanggal 24 Februari 2015 telah dilakukan penyidikan perkara dugaan tindak pudana korupsi pada kegiatan pelaksanaan payment gateway pada Kemenkumham RI sebagaimana dimaksud Pasal 2, Pasal 3 dan Pasal 23 UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana dirubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan UU No.31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) KUHP,” terangnya.

Ia mengungkapkan, dalam perkara tersebut telah diperiksa 93 saksi, 7 ahli dan tersangka. Kemudian penyitaan barang bukti dari para saksi dan tersangka antara lain berupa 13 bundel berkas paymen gateway Dirjen Imigrasi tahun 2014, 722 lembar surat 77 print out email.

Kemudian, laporan keuangan hasil invesgatasi dalam rangka perhitungan kerugian negara atas implementasi payment gateway pada Kemenkumham Tahun anggaran 2014 Nomor: 60/HP/XIV/07/2015 tanggal 9 Juli 2015. “Dan dari bukti-bukti yang ditemukan sejak dimulainya penyidikan tahun 2015, Polisi menyimpulkan dalam gelar perkara dengan hasil meningkatkan status Denny Indrayana menjadi tersangka. Sekalipun demikian, ternyata tidak dicekal seperti yang dilakukan oleh KPK terhadap tersangka lainnya,” ungkapnya.

OC Kaligis mengaku tak habis pikir, melalui Surat Nomor:B/3808/VI/RES/3.2/2018/Bareskrim tertanggal 22 Juni 2018, tanpa alasan yang jelas Bareskrim telah melimpahkan berkas perkara tersebut ke Polda Metro Jaya yang sampai saat ini tidak melanjutkan pemeriksaan. “Ada apa dan kenapa?, semoga terjawab oleh Kapolri dan Jaksa Agung,” pungkasnya.Red/Sp

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Surat Terbuka OC Kaligis untuk Kapolri dan Jaksa Agung : “Apa Kabar Perkara Denny Indrayana?”"