Tidak Dilantik Malah Dipecat, Caleg Gerindra DPRD Maluku Terpilih Gugat Partai

banner 160x600
banner 468x60

Robby B

Jakarta, Sudut Pandang-Meski telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai calon anggota legislatif (caleg) terpilih DPRD Provinsi Maluku Dapil Maluku I, Robby B. Gaspersz, SH harus menelan pil pahit karena tidak dilantik sebagai legislator periode 2019-2024.

Tidak dilantiknya warga Ambon ini sebagai wakil rakyat lantaran DPP Partai Gerindra, parpol pengusungnya menolaknya. Bahkan, Majelis Kehormatan Partai Gerindra memecat Robby B. Gaspersz sebagai anggota partai pimpinan Prabowo Subianto itu.

Atas perlakuan partai yang dinilainya sewenang-wenang tersebut, Robby B. Gaspersz, melalui Kuasa Hukumnya yang terdiri dari Eric S. Paat, BSc, S.H., M.H., Pablo Christalo, S.H., M.H., dan Ricky D. Moningka, S.H., menggugat DPP Partai Gerindra di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

Dalam gugatan dengan Nomor : 881/PDT,G/2019/PN JKT SEL, ia menggugat Johan Johanis Leweissa, S.H., M.H., (Tergugat I), Majelis Kehormatan Partai Gerindra (Tergugat II), DPP Partai Gerindra (Tergugat III), Ketua KPU Pusat (Turut Tergugat I) dan Ketua KPU Provinsi Maluku (Turut Tergugat II).

“Para Tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum, klien kami sudah berjuang dalam Pemilu 2019, namun setelah terpilih tidak jadi dilantik, malah diberhentikan Tergugat II dengan dalih hasil keputusan sengketa internal yang dilayangkan oleh Tergugat I, padahal Mahkamah Konstitusi telah menolak gugatan yang diajukan oleh Tergugat III,” ungkap salah satu Kuasa Hukum Penggugat, Pablo Christalo di PN Jakarta Selatan, Rabu (14/11/2019).

Menurut Pablo, berbagai upaya untuk menjegal kliennya supaya tidak dilantik sudah terlihat sejak awal terpilih dengan perolehan 5.507 suara sah. Sementara Tergugat I mendapatkan 5.254 suara.

“Klien kami sudah ditetapkan sebagai anggota DPRD Provinsi Maluku terpilih berdasarkan Keputusan Turut Tergugat I No: 987/PL.01.8-Kpt/06/KPU/V/2019 tanggal 21 Mei 2019 tentang Penetapan Hasil Pemilu 2019, namun Tergugat III tidak mengirimkan surat resmi kepada Mendagri untuk pengangakatan klien kami sebagai anggota DPRD Provinsi Maluku terpilih periode 2019-2024, malah mengajukan gugatan ke MK untuk membatalkannya,” ujarnya.

“Puji Tuhan, gugatan Tergugat III ditolak MK, namun ternyata tidak berhenti di situ saja upaya untuk menjegal klien kami, Tergugat I mengajukan gugatan sengketa internal kepada Tergugat III, yang hasilnya sangat mengecewakan, jauh dari fakta,” sambung Pablo.

Sidang Gugatan

Sidang Gugatan Perbuatan Melawan Hukum yang dilayangkan Robby B.Gasperz di PN Jakarta Selatan, Rabu (13/11/2019)./Foto: Ist

Robby B. Gaspersz membenarkan pernyataan kuasa hukumnya itu. Ia mengaku tidak habis pikir atas sikap Tergugat II dan Tergugat III dalam menyikapi persoalan.

“Majelis Kehormatan Partai Gerindra memutuskan secara sepihak, kartu anggota saya dicabut dan saya diberhentikan sebagai anggota Partai Gerindra. Banyak kejanggalan dalam sidang internal, salah satu pertanyaan besar saya adalah mengapa sidang dilangsungkan tanpa kehadiran pihak yang berkepentingan dalam hal ini pihak Penggugat dan kenapa penggugat tidak dipanggil untuk hadir?” katanya heran.

Ia menduga persidangan atas permohonan sengketa internal Tergugat I yang diajukan kepada Tergugat II tersebut, telah melanggar prinsip umum persidangan. “Persidangan tersebut diduga kuat syarat kepentingan politik Tergugat I yang diakomodir oleh Tergugat II,” katanya.

Pada gugatannya, Penggugat memohon kepada Majelis Hakim agar mengabulkan permohonan provisi untuk seluruhnya. Menyatakan bahwa Surat Keputusan yang telah dikeluarkan oleh Tergugat II dan Tergugat III terkait pemberhentian Penggugat selaku anggota Partai Gerindra tidak mempuyai kekuatan hukum.

Selain itu, menghukum Tergugat I, Tergugat II dan Tergugat III secara tanggung renteng membayar ganti rugi baik materiil maupun imateriil kepada penggugat sebesar Rp 51,2 miliar.

Terkait gugatan ini, para tergugat belum dapat dikonfirmasi.Red/Sp

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Tidak Dilantik Malah Dipecat, Caleg Gerindra DPRD Maluku Terpilih Gugat Partai"