Tim Kuasa Hukum Lucas Kembali Ungkap Kejanggalan

banner 160x600
banner 468x60
Lucas saat persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta

Lucas saat persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta 

Jakarta, Sudut Pandang-Berbagai kejanggalan terus mewarnai persidangan perkara dugaan menghalangi proses penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan terdakwa Lucas di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Salah satu kejanggalan itu terlihat saat Jaksa KPK menghadirkan saksi Manager Fixed Based Operator (FBO) dan Ground Handling PT Wira Nusantara, Christine Sudiro, Kamis (24/1/2019) lalu.

Demikian diungkapkan Tim Kuasa Hukum Lucas menanggapi fakta persidangan. Mereka juga kembali menegaskan bahwa sejauh ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) belum dapat membuktikan atas semua tuduhan terhadap kliennya.

Dalam keterangannya di depan persidangan, Christine mengungkap Lucas pernah satu pesawat pribadi dengan beberapa tokoh penting negeri ini seperti Setya Novanto, Robert Kardinal, Fahd El Fouz, Idrus Marham, dan sejumlah nama lain yang jumlahnya 11 orang pada 26 Mei 2016 dengan rute Halim Perdana Kusuma ke Seletar.

Lucas mempertanyakan adanya nama Mr. L dalam list penerbangan dimaksud. “Saya nggak lihat FIS karena bukan saya yang bertugas. Jadi keterangan saya berdasarkan data. Kalau di data namanya Lucas, SH., CN. Kalau Mr. L saya lihat di penyidikan,” kata Christine.

Pernyataan saksi inilah yang kemudian dipertanyakan Lucas. “Aneh, berarti sudah pasti Mr. Lucas, dan Mr. L itu adalah dua orang yang berbeda itu sudah pasti, jawabannya empat orang itu siapa? Satu Lucas, Aprista dan Intan Maharani, nah Mr. L itu siapa,” ujar Lucas menanggapi kesaksian Christine.

Tim kuasa hukum Lucas juga mempertanyakan sikap JPU yang mengajukan pembatalan terhadap penetapan majelis hakim pimpinan Frangki Tambuwun, SH, MH, terkait perawatan khusus atas derita TBC Tulang yang diderita Lucas. Menurutnya, seakan JPU ragu terhadap derita sakit klien kami, bahkan mengajukan permohonan kepada majelis hakim untuk melakukan assesment penyakit kesehatan terdakwa Lucas melalui Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

"Protes yang mulia, kami sangat keberatan atas sikap JPU yang terkesan tidak menghargai penetapan majelis hakim dalam persidangan,” ucap Syaiful SH, salah satu anggota Tim Kuasa Hukum Lucas dalam persidangan.Red/Sp

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Tim Kuasa Hukum Lucas Kembali Ungkap Kejanggalan"