Banyak Petugas KPPS Meninggal, Kaspudin Nur: Pemilu Serentak Harus Dievaluasi

banner 160x600
banner 468x60
Kaspudin Nor, SH, M.Si

Kaspudin Nor, SH, M.Si

Jakarta, Sudut Pandang-Banyaknya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia pasca Pemilu 2019 menjadi sorotan dan sejarah kelam pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan di Indonesia.

“Kita semua prihatin dan berduka cita atas meninggalnya para pejuang demokrasi, ini harus menjadi bahan evaluasi atas pelaksanaan Pilpres dan Pileg 2019 yang berlangsung secara serentak, sehingga pelaksanaan Pemilu Serentak perlu dievaluasi,” ujar Praktisi Hukum Kaspudin Nur, SH, M.Si kepada Sudut Pandang di Jakarta, Jumat (10/5/2019).

Menurut Kaspudin, salah satu faktor penyebab meninggalnya petugas KPPS adalah akibat beban kerja yang berat sehingga menyebabkan kelelahan fisik dan psikis. Mereka bekerja dalam sorotan publik yang sangat antusias dan berharap Pemilu Serentak untuk pertama kali di Indonesia berlangsung demokratis, jujur dan adil.

“Pelaksanaan Pemilu Serentak, apakah ini efektif? Jangan hanya berpikir efisiensi saja. Meski sudah menjadi suratan takdir, namun penyebab meninggalnya petugas KPPS jelas dikarenakan kelelahan secara fisik dan psikis,” ucap Ketua Dewan Pimpinan Nasional Lembaga Aspirasi dan Analisis Strategis Indonesia-Ku (Landas Indonesi-Ku)

Selain evaluasi pelaksanaan Pemilu Serentak, Kaspudin berharap pemerintah memperhatikan para korban dengan membuat keputusan yang adil tanpa diskriminatif. Masyarakat yang menjadi petugas KPPS didorong semangat pengabdian sehingga rela bekerja sebagai pejuang demokrasi.

"Karena jika mengejar honor jelas tidak sebanding dengan beban kerjanya. Akhirnya siapapun dengan proses waktu yang singkat, pola rekrutmen petugas KPPS terlihat asal-asalan. Tidak siap fisik dan mentalnya yang diawasi oleh publik, karena antusiasi dan harapan masyarakat terhadap Pemilu 2019 ini sangat luar biasa,” papar mantan Komisoner Komisi Kejaksaan RI itu.

Kedepan, Kaspudin berharap petugas KPPS harus diisi oleh orang-orang terlatih dengan proses rekrutmen yang selektif, dan tidak asal-asalan.

Terkait siapa yang layak bertanggung jawab, Akademisi yang juga Advokat senior itu mengatakan, lebih besar kepada penyelenggara Pemilu dan pembuat Undang-Undang serta Peraturan penyelenggaraan Pemilu Serentak.Red/Um

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Banyak Petugas KPPS Meninggal, Kaspudin Nur: Pemilu Serentak Harus Dievaluasi"