Jaksa Agung Dinilai Lindungi Novel Baswedan, OC Kaligis Surati Ketua DPR

banner 160x600
banner 468x60

OCK

Jakarta, Sudut Pandang-Prof. Otto Cornelis Kaligis terus menyuarakan adanya diskriminasi hukum dari Lapas Sukamiskin Bandung. Salah satu yang menjadi sorotan pengacara senior yang populer disapa OC Kaligis ini adalah perkara Novel Baswedan. Dimana perkara sudah dihentikan oleh Jaksa Agung melalui Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2).

Melalui surat terbuka yang ditujukan kepada Ketua DPR-RI Puan Maharani, OC Kaligis mengemukakan Jaksa Agung RI diduga telah melindungi Novel Baswedan.

“Surat terbuka ini saya beri judul "Adili Jaksa Agung", saya tujukan juga untuk semua praktisi hukum pidana, ahli, Presiden Jokowi yang selalu didiskreditkan oleh Novel Baswedan, dan para Menteri yang peduli serta mau mengerti hukum,” ujar OC Kaligis dalam keterangan pers nya yang diterima di Jakarta, Senin (7/10/2019).

Ia mengatakan, judul surat terbuka tersebut pasti oleh pendukung Jaksa Agung, Partai NasDem, dan media milik Surya Paloh dianggap hanya dari seorang warga binaan yang frustasi atau bahkan diangap hoax penuh sensasi. “Saya yakin semua praktisi hukum berpendapat yang sama dengan saya, bahwa setelah P-21 dan setelah Jaksa melimpahkan perkara Novel Baswedan ke Pengadilan, Jaksa harus membuat dakwaan untuk mulai proses pemeriksaan terhadap terdakwa,” kata OC Kaligis.

Delik pidana perkara Novel, jelasnya, bukan delik aduan. Ketika polisi memulai penyidikan berdasarkan pasal 109 KUHAP telah melaporkan ke Jaksa atas kasus pidana penganiayaan atau yang dikenal dengan kasus burung wallet di Bengkulu. “Namun apa yang terjadi berkas yang sudah lengkap dan telah diberikan nomor registrasi untuk disidangkan di Pengadilan Bengkulu ternyata malah perkaranya mendapat SP-3,” ungkapnya heran.

Ia menuturkan, KPK adalah lembaga suci penuh kemunafikan, penuh dusta, lembaga bersih bebas pidana. Padahal semua komisioner KPK yang terjaring pidana meski bebas ke Pengadilan, bebas diadili dalam satu sidang terbuka untuk umum, karena adanya deponeering, statusnya tetap tersangka. “Nama mereka tidak pernah direhabiliter. Itu sebabnya ketika status tersangka mereka adalah tersangka tindak pidana, mereka langsung diberhentikan dengan tidak hormat,” katanya.

OC Kaligis mengatakan, dalam kasus Novel Jaksa juga telah menipu pengadilan. Ketika perkara akan disidangkan, Jaksa memimjam seluruh berkas yang katanya untuk membuat surat dakwaan sesuai KUHAP. “Nyatanya pengadilan tertipu, bukannya membuat surat dakwaan, namun sebaliknya perkara yang telah di P-21 oleh Jaksa sendiri malah di SP-3. Surat Penetapan Penghentian Penuntutan perkara Novel bukan saja penipuan, Jaksa juga telah melakukan kejahatan jabatan sebagaimana diatur dalam Bab XXVIIII UU Hukum Pidana Pasal 421 KUHP,” ungkapnya.

Membangkang Perintah Pengadilan

Prof OC Kaligis

Prof OC Kaligis bersama team saat berada di PN Jakarta Pusat/Foto:Ist

Kemudian, masih menurut OC Kaligis, melalui permohonan praperadilan atas SP-3 tersebut Majelis Hakim memerintahkan agar Jaksa Agung untuk melimpahkan perkara dan mengadili Novel Baswedan di pengadilan. Jaksa Agung menolak dengan alasan hendak mengkaji putusan tersebut. Padahal Jaksa sendiri yang mengeluarkan P-21 dan Jaksa sendiri yang mengkaji berkas perkara dan melimpahkannya ke pengadilan. “Sangat jelas bahwa Jaksa telah membangkang terhadap perintah pengadilan. Inilah alasan mengapa saya mengatakan adili Jaksa Agung, karena telah melindungi penjahat dan membangkang terhadap perintah pengadilan,” tandasnya.

Dalam perkara Bibit-Chandra ketika melanggar hukum acara semua ahli yang diperiksa polisi berpendapat bahwa hal itu melanggar Pasal 421 KUHP. Presiden sesuai Pasal 9 UUD 1945 telah bersumpah akan mematuhi Undang-undang. “Perintah pengadilan dalam putusan praperadilan adalah identik dengan UU. Nah, siapa yang berani mempidanakan Jaksa Agung yang berkolaborasi dengan KPK?” Lagi pula ada partai kuat yang memiliki media dan jaringan luas yang selalu mendukung serta menutupi kejahatan jabatan Jaksa Agung Prasetyo,” kata OC Kaligis.

Ia pun menyinggung kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Ia mengaku sependapat kasus tersebut harus diusut tuntas, hanya perlakuan negara untuk pengobatan Novel tidak transparan. “Ada yang mengatakan biaya pengobatannya sampai miliaran uang negara, namun sekalipun Pemerintahan Presiden Jokowi telah memperlakukan sangat istimewa, tapi ketika penyidikan tak kunjung selesai, Novel tak segan dan menuduh Presiden atas penyelidikan yang tidak kunjung selesai,” paparnya.

Tak hanya itu, ia juga mempertanyakan mangkirnya Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Berbeda dengan menteri lainnya yang taat dan patuh terhadap pemanggilan tersebut. “Mungkin karena Mendag adalah kader Partai NasDem, teman dekat Jaksa Agung sehingga KPK takut memanggil paksa, ini hanya catatat saya terkait adanya tebang pilih di tubuh KPK,” ucapnya.

“KPK bukan malaikat yang berada dibawah pengawasan Tuhan Yang Maha Kuasa, revisi UU KPK diperlukan agar KPK tidak terus otoriter tanpa pengawasan,” pungkasnya.Red/Sp 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Jaksa Agung Dinilai Lindungi Novel Baswedan, OC Kaligis Surati Ketua DPR"