Sosialisasi Pedoman Pemberitaan Ramah Anak, Kemen PPPA dan PWI Pusat Gelar Pelatihan Jurnalistik

banner 160x600
banner 468x60
Semangat

Ketua Komisi Kompetisi PWI Pusat, Kamsul Hasan ( Tengah ) bersama para peserta pelatihan jurnalistik Perspektif Gender dan Perlindungan Anak di Grand Savero Bogor, Kamis (20/6/2019)/Foto: Ist 

Bogor, Sudut Pandang-Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA) bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyelenggarakan pelatihan jurnalistik Perspektif Gender dan Ramah Anak di Bogor, Rabu –Kamis (19-20/6/2019).

Sebanyak 30 orang jurnarlis media cetak, elektronik dan online menjadi peserta pelatihan jurnalistik tersebut. Mereka terdiri dari 10 orang perwakilan dari PWI Jaya, 10 orang dari PWI Jabar dan 10 orang lainnya jurnalis dari berbagai wilayah Jabodetabek.

“Pelatihan bagi para jurnalis ini juga sebagai sosialisasi Pedoman Pemberitaan Ramah Anak (PPRA), produk terbaru Dewan Pers yang disahkan pada tanggal 9 Februari 2019 di Surabaya saat Hari Pers Nasional (HPN) bersamaan dengan MoU Dewan Pers dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,” ujar Ketua Komisi Kompetensi PWI Pusat, Kamsul Hasan, selaku fasilitator pelatihan.

Menurut Kamsul, pelatihan ini sangat penting untuk melindungi wartawan dari jeratan hukum UU Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). PPRA Dewan Pers menjadi rambu bagi para wartawan agar tidak terjerat ancaman pidana 5 tahun penjara dan denda Rp 500 juta berdasarkan UU SPPA.

“Masih banyak wartawan yang belum memahami, meski sudah merahasiakan identitas anak, tapi masih menulis lengkap orang tua atau keluarga dekatnya, itu tetap kena jerat hukum,” ungkap Perumus PPRA Dewan Pers itu.

Pada kesempatan itu, pria kelahiran Jakarta yang juga dikenal akademisi ini memaparkan kembali tentang UU Pers No.40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik.

“Semoga melalui pelatihan, selain menambah pengetahuan tentang berbagai peraturan terkait pemberitaan anak dan perempuan juga menjadikan wartawan menjadi advokasi atau pendamping anak bermasalah dengan hukum,” harap Kamsul.

Apresiasi PWI

Mewakili Menteri PPPA Yohana Yembise, Asisten Deputi Partisipasi Media KPPA, Fatahillah mengapresiasi semangat peserta pelatihan jurnalistik dari PWI Pusat sebagai bentuk nyata peran dalam melindungi anak dan kesetaraan gender.

“Melalui kegiatan ini, kita bersama-sama berupaya melindungi masa depan anak yang merupakan generasi penerus bangsa, dan juga terus melakukan sosialiasi terkait kesetaraan gender, tanpa peran media kita tidak bisa berbuat apa-apa, bahwa sampai saat ini, isu-isu gender dan anak masih menjadi pekerjaan rumah di Indonesia," papar Fatahillah.

Supaya implementasi perlindungan anak dan perempuan terealisasi, menurut dia,  pihaknya telah membentuk Asisten Deputi Partisipasi Media pada Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat. "Melalui pelatihan jurnalistik ini, harapan kami agar teman-teman wartawan dalam pemberitaan tentang anak dan perempuan agar sesuai ketentuan yang berlaku," harapnya.Red/Sp

 

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Sosialisasi Pedoman Pemberitaan Ramah Anak, Kemen PPPA dan PWI Pusat Gelar Pelatihan Jurnalistik"